Aku Tenang
"Like the ocean, they can embrace whatever you have.
Throw all you need, and grasping your soul."
Aku pernah berfikir tentang kehidupan. Tentang mereka yang datang dan pergi sesuka hatinya. Menanti sesuatu, ataupun seseorang menjemput dan mengantarkannya pada suatu tempat. Entah, aku tidak tahu menahu tempat apa yang mereka tuju. Tempat seperti apa yang membuat mereka berfikir, bahwa suatu hari nanti, mereka akan berhenti disana.
Kalau seseorang bisa merasakan suatu hal yang mereka sebut pertanda, mungkin aku lebih dari mereka yang pernah merasakannya. Melihat diriku dengan sosok yang lain, atau mungkin sosok yang lain dengan diriku. Entahlah. Yang kutahu, mereka mengulurkan tangan dan menarikku ke sebuah tempat.
Jika seseorang takut akan sebuah mimpi buruk, lain halnya denganku. Aku tidak takut mimpi buruk datang di setiap malamku. Aku tidak takut mereka membuat deru nafasku terus memburu, atau tidak mengijinkanku untuk kembali terlelap. Ketakutanku hanyalah tentang, bagaimana kehidupanku berakhir.
Aku selalu berfikir, bahwa akan ada suatu tempat yang lebih baik dari tempat kupijak saat ini. Membayangkan segala hal yang kuanggap indah. Bahkan mimpi buruk tak akan pernah datang lagi.
Aku pernah merasakan sakit. Aku pernah merasakan perih. Dan aku pernah merasakan guncangan terhebat di dalam hidupku. Namun saat itu, aku hanya sanggup melihat sosokku yang tenang. Tanpa sedikitpun merasa terganggu dan terancam. Dengan sebuah senyum kecil di wajah putihku.
Yang kutahu sekarang, setiap bulir air, setiap lantunan suara, dan setiap isakan akan menuntunku ke tempat yang pernah singgah di mimpi-mimpi malamku. Melangkah dengan pelan diantara ombak yang mengiringiku ke sebuah alam yang kusebut samudera.
Komentar
Posting Komentar