Sesuatu itu, Indah.
"You smile back at me, and your face
lit up the sun. Now I'm waiting here for someone."
Ada yang lebih indah dari kilaunya sinar mentari. Dari merdunya debur ombak di tepi pantai. Dari silaunya langit biru. Dan dari gemerlapnya bintang-bintang di setiap galaksi. Senyum dan punggung itu. Menghantui di setiap sel-sel jaringan otak, dan menghubungkannya pada sebuah rasa yang kusebut hangat.
Aku pernah bermimpi, menyandarkan segala bebanku pada punggung itu. Menaruh segala keluh kesahku untuk kubagi, Merengkuh segala kenyamanan yang ia miliki. Aku pernah bermimpi, melukiskan senyum pada sudut-sudut bibir itu. Menarik setiap kerutan, dan melepaskannya setelah lelah.
Di satu hari, saat aku melihatmu, satu-satunya hal yang kuinginkan adalah menggenggam jemari-jemarimu, dan berjalan di sampingmu. Membisikkan segala hal yang kutahu, dan mendekapmu layaknya bintang yang memeluk langit malam. Selalu saja seperti itu. Sosokmu yang sanggup membuat segala angan tentang kita, menguar di otakku, dan mengalir di setiap impianku.
Namun, segala hal yang kuinginkan itu, harus kusimpan dengan serapat mungkin. Harus kudekap agar tak ada satupun yang terlewatkan. Tentang punggungmu, tentang senyummu, dan tentang khayalan-khayalan yang kuciptakan sendiri. Bagaimanapun, selalu saja ada seseorang yang terdiam menunggu. Entah itu menunggu sosok yang diimpikannya, ataukah menunggu takdir menjalankan rencananya.
Bagian yang kusebut indah, telah terjalin sejak pertama kali kumelihatmu. Bagian yang kusebut indah, sudah ada sejak kau menyunggingkan senyummu, dan tertawa di antara deru napasku. Kalau aku ingin menikmati keindahanmu sekali lagi, bolehkah aku membawa segala hal yang dapat membuatku menahan diri? Agar sewaktu-waktu jika aku ingin berlari kearahmu, aku dapat menahan diri agar tidak terlihat bodoh di depanmu.
Jika sesuatu yang indah itu tak dapat kumiliki, bolehkah aku menikmatinya? sebelum akhirnya sang waktu memilih untuk menyatukan? Kalau memang itu harus membuatku menunggu, aku tak apa. Menunggu bagian yang indah bukanlah hal yang membosankan. Kau bisa singgah sebentar agar aku tak jenuh dan akhirnya memilih berhenti. Kau bisa datang sebentar sebelum akhirnya kembali pergi.
Karna, bagaimanapun juga, aku adalah seseorang yang selalu menunggu keindahan itu datang. Tersenyum dibalik sinar mentari, dan mendekap diantara bintang malam.
Komentar
Posting Komentar